Sekuntum maryjane bersama kami
Apa warna surga kalau engkau tau? siapa yang tau?
ayo, bisikkanlah di alam bawah sadarku,
mari
Baiklah kalau memang itu warnanya
Tetes madu di kelopak mata, pernah kau coba? cobalah, agar mata kamu senatiasa manis
Sekuntum maryjane bersama kami
Apa warna surga kalau engkau tau? siapa yang tau?
ayo, bisikkanlah di alam bawah sadarku,
mari
Baiklah kalau memang itu warnanya
Tetes madu di kelopak mata, pernah kau coba? cobalah, agar mata kamu senatiasa manis
Ohhh saya begitu merindumu, ingin mendekat dan melekat
dipagi, saya masih terbungkus selimut
bolehkah saya menjadi sesuatu hal yang berarti untukmu
mungkin menjadi badut yang rajin menghiburmu, atau menjadi supir pribadimu berkeliling kota dengan vw kodok warna hitam
saya bukan sesuatu yang kuat, tapi selalu mencoba untuk berani
kembali menidurkan kembali cerita itu
menidurkan kembali cerita itu
pesta kembang api semalam begitu indah, bagimu
pesta kembang api semalam begitu indah, tapi tidak bagiku
saya tidak tau diri
tak tau diri, mengajakmu untuk
untuk merangkai puzzle kehidupan
saya tidak tau diri
tak tau diri, mengajakmu untuk
untuk membuat masakan
maaf ketika membuatmu susah bernafas maaf,
maaf, ketika membuatmu susah bernafas maaf
tidak lagi kini,
tidak lagi kini, kini nafasmu sudah lega
lega, asa mu telah tiba
mengobati dahaga cintamu
lega jiwamu, bahagialah untuk dirimu
saatnya menidurkan kembali cerita itu, tidur kembali
bangun entah kapan
pasti akan bangun, bangun kembali untukmu
selalu menanti, berharap pada mimpi yang pernah diyakini
pada mimpi yang telah diyakini
sedih yang wajar, harus belajar untuk wajar
belajar untuk wajar
langitpun menerima ketika gelap selalu datang karena ia yakin terang akan datang
karena ia yakin terang akan datang
Soneta XVII
Pablo Neruda
aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar, atau batu topaz,
atau panah anyelir yang menyalakan api.
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai,
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa.
aku mencintaimu seperti tumbuhan yang tak pernah mekar
tetapi membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi;
terimakasih untuk cintamu suatu wewangian padat,
bermunculan dari dalam tanah, hidup secara gelap di dalam tubuhku.
aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau darimana
aku mencintaimu lurus, tanpa macam-macam tanpa kebanggaan;
demikianlah aku mencintaimu karena aku tak tahu cara lainnya
beginilah: dimana aku tiada, juga kau,
begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku,
begitu dekat sehingga ketika matamu terpejam akupun jatuh tertidur.
Di bangku taman di bawah pohon kiara, lampu lampu kota perlahan mulai menyala, mencoba sebisanya menerangi wajah kota yang mulai terlihat tua. Ada anak katak melompat lompat di jalanan sepi
Senja kala akan tiada,
Senja kala akan tiada
Ketika saya baru berjalan dengan mencoba tenang malam akan datang, sampai jumpa pagi. Bau kamar mandi begitu wangi, mencoba onani, kenapa hanya ilusi
Cupid menunggangi kuda laut violet memainkan anak panahnya entah kemana, ajari saya untuk memanah dia
Bukan ingin bermimpi yang tanpa arti,
Bukan ingin bermimpi yang tanpa arti
Mungkin cukup tanda dari saya untuk semua rasa, kini menanti dirimu membawakan asa, lalu kita memasak bersama
Wanita engkau pagi yang menyejukkan jiiwa
Wanita engkau siang yang menghangatkan hati
Wanita engkau sore yang begitu elok
Wanita engkau malam yang membuatku nyaman
Aku terlalu layu untuk bersenandung di dalam ruang kesedihanku, tak sanggup membayangkanmu di hari ketika engkau menuju ke awal yang baru.
Burung madu bertengger di atas nisan kayu, mencoba tuk memadu rindu hari hari yang lalu
Burung madu bertengger di atas nisan kayu, mencoba tuk memadu rindu hari hari yang lalu
Maafkan aku karena tak bisa menjagamu
Maafkan aku karena tak bisa menjagamu
Maafkan aku karena tak bisa menjagamu
Maafkan aku yang kini hanya bisa menangis menginggatmu
Aku sayang kamu aku cinta kamu
Aku sayang kamu aku cinta kamu
Untukmu selalu dan selamanya
SEpI, sePi. Sunyi angin kering menemani di ujung putik sari seekor burung madu yang sedang terdistorsi, hari sedang cerah, mentari membagi hangat sinarnya
Merasa baik, merasa baik, aku kuat aku kuat tapi hampa dan asa mulai tergradasi serasa mati suri di pagi hari
Merasa baik, merasa baik, aku kuat aku kuat tapi hampa dan asa mulai tergradasi serasa mati suri di pagi hari
Putik sari bunga lily sudah kering, kering, tidak apa apa tidak apa apa. Tolong bilang sesuatu hal tolong bilang
Putik sari bunga lily sudah kering, kering, tidak apa apa tidak apa apa. Tolong bilang sesuatu hal tolong bilang
Terdiam diam menangis, mengiris perih. Terdiam diam menangis, mengiris perih
Terdiam diam menangis, mengiris perih. Sunyi kata mencoba menjadi penawar
Sedih, mengharu di sangkar madu di kamar biru saya rindu
Sedih, mengharu di sangkar madu di kamar biru saya rindu