Ber-ijtima bersama sama
lalu seenaknya launching fatwa
hanya main kuasa karena di rasa dia sang kuasa
padahal hanya pelestari budaya lama yang yang sudah hampir tak berasa
karena sekarang sedang malam seharusnya engkau tau
Kini era dunia baru dan butuh penggembala baru
bagai malam dan siang yang datang silih berganti
Ia datang dicaci lalu di maki
kita tidak dapat melihat dengan jelas, karena bukan mata ini yang buta, tapi otak di dalam kepala yang terlena
terselimuti oleh kemenangan dan kemegahan dahulu kala
Musuh kita adalah kita, diri kita yang terlalu pandai sehingga tak mau buka diri dan intorspeksi
menuruti keinginan diri yang tak ada habis hingga ternyata kita ini sedang mati
Biarlah dia Sang pembuat cetak biru alam semesta dan kehidupan di dalamnya yang menunjuki calon calon manusia untuk menjadi penata era baru