Monthly Archives: October 2008

Aphrodite : Bagus engkau datang 20 menit lebih awal dari jadwal biasanya
Baskara : Tadinya saya akan datang pada jam biasanya, mungkin akan berbincang banyak pertemuan sore ini jadi saya memutuskan untuk datng lebih awal
Baskara : Kalau seumpama kamu tadi masih menerima pasien, sayapun akan mengikuti jadwal yang sudah ada
Baskara : Untung saat datang kamu ternyata free
Baskara : Dan bukankah saya juga selalu datang tepat waktu, kenapa engkau terlihat senang saya datang lebih awal?
Baskara : Bagaimana bila saya datang 20 menit setelah sekarang
Aphrodite : Iya kamu pasienku yang tidak pernah datang terlambat dan selalu teratur dalam jadwal, tapi kali ini kita tidak bisa berlama lama
Baskara : Kenapa? kamu jenuh dengan permasalahan saya
Baskara : Permasalahan yang statis, itu itu saja, percintaan melulu
Baskara : Cinta yang sok sok-an, berlebihan, sok setia, sok cinta mati, sok betah menunggu, sok
Baskara : Dan kau pasti tertawa, menertawaiku ketika kau dan temanmu sesama terapis saling membicarakan permasalahan pasien pasien kalian dan kau memilih aku sebagai topik menarik unutk ditertawakan, hingga pada akhir pembicaraan kalian menyimpulkan; “kok ada ya orang bodoh kayak gitu, HAHAhahHahA”
Baskara : Bodoh karena saya tak tau wanita itu suka atau tidak, bodoh karena saya terlalu berharap, bodoh karena emang dia aja wanita di dunia, bodoh karena saya berharap pada bintang jatuh untuk mengabulkan permohonanku agar ia menjadi satu satunya belahan hatiku, bodoh karena aku terlalu naif, bodoh karena semuanya
Baskara : Aku lupa apa yang harusnya aku tanyakan kepadamu, hingga aku ingin datang 20 menit lebih awal dari bisanya, kau mengacau pikiranku dengan pernyataan mu
Aphrodite : Ada yang harus saya kerjakan dan itu sangat penting bagi hidup saya sesuatu unutk masa depan saya, itu mengapa aku cukup senang kenapa kau dengan tidak aku sangka datang 20menit lebih awal
Aphrodite : Dan kau sangat membuatku berfikir, apa yang sebaiknya aku katakan untuk menjawab permasalahanmu yang memang sangat statis dan kau heran dan aku juga takjub dan aku tak pernah menertawaimu, untuk tersenyum saja berat kau tau itu!
Aphrodite : Maaf seharusnya aku tidak berbicara seperti itu dengan pasienku, silahkan lanjutkan
Baskara : Baiklah, meskipun aku tetap masih lupa dengan pokok pertanyaan yang ingin aku ajukan kepadamu
Baskara : Aku habis membuat sebuah tulisan untuknya
Baskara :
Dan aku cintaimu dengan segala ketakutanku
Ketakutan tak sanggup untuk berjalan di tengah bara api, di salju abadi
Ketakutanku tak sanggup menjadi bunga edelwis di lereng Mahameru
Ketakutanku tak sanggup menjadi kerang laut, yang mengubah air liur menjadi sebutir
mutiara

Aphrodite : Apa kamu tau, apa yang akan engkau lakukan apabila ini seandainya, seandainya wanita yang selama ini kamu cintai dan kamu sayangi ternyata merespon dan jatuh pada pelukanmu dan ternyata sayang juga sama kamu
Aphrodite : Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, terutama untuknya?
Baskara : Entah, saya belum berpengalaman dalam keadaan seperti itu, saya belum pernah merasakan dicintai wanita yang saya sayangi, saya tidak tau rasanya itu
Baskara : Saya takut dengan apa yang kau tanyakan kepadaku, bilamana hali tersebut terjadi
Aphrodite : Itulah, yang harus kamu tau dan kau tak perlu takut, berusahalah berteman dengan ketakutamnu itu jadikan ia cambuk untuk lebih baik. Baik untukmu dan baik unutk wanita yang engkau cintai baik untuk semuanya
Aphrodite : Maaf saya harus pergi, apa kau sudah ingat dengan pertanyaan yang ingin kau tanyakan kepadaku?
Aphrodite : Oya, maaf sebelumnya, apa ia tidak terganggu dengan sikapmu?
Baskara : Entah. Saya masih memikirkan apa yang akan saya lakukan selanjutnya, bagaimana membahagiakannya tapi bagaimana rasanya disayangi orang yang disayangi
Aphrodite : Maaf, saya harus berkemas
Baskara : Maaf, mungkin saya ingat; Apa kau juga pernah mengalami apa yang saat ini sedang saya alami? dengan segala pertanyaan dan pengalaman paengalaman yang saya alami, apa kau pernah?
Aphrodite : Maaf, setelah malam ini saya akan menjawabnya karena malam ini malam yang sama dengan apa yang saya tanyakan kepadamu, maaf saya membuatmu takut karena saya sendiri takut
Aphrodite : Selamat tinggal, sampai jumpa pada sore itu

saya bukan sesuatu yang kuat, tapi selalu mencoba untuk berani

kembali menidurkan kembali cerita itu
menidurkan kembali cerita itu

pesta kembang api semalam begitu indah, bagimu
pesta kembang api semalam begitu indah, tapi tidak bagiku

saya tidak tau diri
tak tau diri, mengajakmu untuk

untuk merangkai puzzle kehidupan

saya tidak tau diri
tak tau diri, mengajakmu untuk

untuk membuat masakan

maaf ketika membuatmu susah bernafas maaf,
maaf, ketika membuatmu susah bernafas maaf

tidak lagi kini,
tidak lagi kini, kini nafasmu sudah lega

lega, asa mu telah tiba
mengobati dahaga cintamu
lega jiwamu, bahagialah untuk dirimu

saatnya menidurkan kembali cerita itu, tidur kembali
bangun entah kapan

pasti akan bangun, bangun kembali untukmu

selalu menanti, berharap pada mimpi yang pernah diyakini
pada mimpi yang telah diyakini

sedih yang wajar, harus belajar untuk wajar
belajar untuk wajar

langitpun menerima ketika gelap selalu datang karena ia yakin terang akan datang
karena ia yakin terang akan datang

Soneta XVII
Pablo Neruda

aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar, atau batu topaz,
atau panah anyelir yang menyalakan api.
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai,
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa.

aku mencintaimu seperti tumbuhan yang tak pernah mekar
tetapi membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi;
terimakasih untuk cintamu suatu wewangian padat,
bermunculan dari dalam tanah, hidup secara gelap di dalam tubuhku.

aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau darimana
aku mencintaimu lurus, tanpa macam-macam tanpa kebanggaan;
demikianlah aku mencintaimu karena aku tak tahu cara lainnya

beginilah: dimana aku tiada, juga kau,
begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku,
begitu dekat sehingga ketika matamu terpejam akupun jatuh tertidur.

Sebuah cerita singkat

Percakapan bagian ke satu

Baskara: Sendirian itu berat
Baskara: Tapi setidaknya ada harapan
Dara : Bagaimana kamu bisa tau?
Dara : Ada apa, apa ada sesuatu yang tidak tepat
Baskara: Ada, ada sesuatu terhadap impian itu
Baskara: Mencari sebatang jarum dalam tumpukan jerami
Baskara: Susah melacaknya
Baskara: Untung saya punya magnet

Percakapan bagian ke dua

Baskara : Mau kita namai apa pantai itu
Dara : Sebentar, aku mau menyalakan rokok
Baskara : Hay lihat ada dua mentari di ujung sana, seperti sedang berpelukan
Dara : Puhhh…, cantikya
Baskara : Kita duduk dulu, sini mendekat dan bersandarlah di pundak ku
Dara : Jadi dinamai apa pantainya?
Baskara : Kau sering memikirkanku?
Dara : Terkadang, tidak sering
Dara : Bagaimana denganmu, kau sering memikirkanku?
Baskara : Selalu, sering
Baskara : Saat ini pun aku sedang memikirkanmu, sedang mencoba bercakap dengan bayang dirimu
Baskara : Sendiri duduk di pantai, pantai sunyi
Baskara : Ya, bagaimana bila sementara ini pantai ini kita namai pantai sunyi
Baskara : Lagi lagi saya hanya bisa memimpi, memimpi
Baskara : Sendiri itu berat, tapi setidaknya ada harapan
Baskara : Setidaknya harapan untuk memegang jemarimu dan mencium keningmu
Baskara : Huhh, lagi lagi saya hanya bisa memimpi, sedang memimpi
Baskara : Tapi setidaknya saya bisa berharap, mencoba menulis harapan

Percakapan bagian ke tiga

Aphrodite : Bagaimana kau jatuh cinta?
Baskara : Entahlah
Aphrodite : Apa saat kalian berbicara lalu beradu mata
Baskara ; Entahlah, tapi aku rasa saat itulah aku jatuh cinta padanya
Baskara : Datang begitu saja
Baskara : Entahlah aku tidak tau, rumit
Baskara : Aku mau berteriak, sebentar saja. tak apa kan
Aphrodite : Silahkan
Baskara : Sudah
Baskara : Mungkin ini, …Ehmm maksudku apa yang sedang aku lakukan unutknya terlihat konyol
Baskara : Aku harap aku bisa melakukan hal itu
Aphrodite : Hal apa?
Baskara : Hal unutk selalu berani mencintainya
Aphrodite: Mungkin kau sudah
Baskara : ya, mungkin sudah
Aphrodite : Apa kau ingin bercinta?
Aphrodite : Bagaimana bila aku sarankan untukmu agar kau mencoba berhenti untuk mencintainya
Baskara : Kau pikir aku tidak mau
Aphrodite : Tidak mau untuk apa?
Baskara : Untuk mencoba berhenti mencintainya
Aphrodite : Lalu kenapa tidak kau lakukan, hentikan saja
Aphrodite : Seperti ketika kau berkemah lalu malam hari kau nyalakan api unggun setelah pagi datang kau matikan api unggun dengan beberapa siraman air
Baskara : Bisa kau jelaskan padaku?
Aphrodite : Apa yang kau tau tentang mencintai dicintai? uraikan?
Baskara : Aku tidak tau, tak bisakah kita hentikan saja pertemuan sore ini
Aphrodite : Belum waktunya selesai, pasienku hari ini kamu seorang
Aphrodite : Silahkan uraikan semampu mu
Baskara : Aku tidak tau, aku hanya mencoba seperti; air hujan, air hujan yang jatuh ke bumi lalu tanah menyerapnya kemudian mengalirkannya kemudian mengalir ke samudra lantas menguap ke angkasa terbang dengan gumpalan awan lalu kemudian menetes ke bumi dan seperti itu seterusnya
Baskara : Itu yang bisa aku uraikan
Aphrodite : Apa kau siap untuk tak mencintainya lagi?
Baskara : Mengapa kau bertanya seperti itu?
Aphrodite : Aku hanya sedang mencoba untuk menghipnotis dirimu
Aphrodite : Cobalah untuk santai
Aphrodite : Semakin kamu santai semakin dalam kita masuk
Baskara : Jangan kau lakukan hal itu, biarkan aku semampu ku
Aphrodite : Baiklah mungkin cukup untuk pertemuan kali ini, silahkan menentukan keputusan yang terbaik bagi dirimu. Sampai jumpa sore minggu depan

SIn citY, SuN sHInE on PoLutiOn,
kAcMATa HitaM, TEcam macET,
WHite dreSS, BlaCK jEAns, HAppy,
SAd, LElaH, AiR MATa TanPA DAYa,
CiNlok n CiLoK, TeMAn BArU, ORanG ORaNG BaRU DenGAn EnERgi bARU,

CAtur maIN CATur, LAnTai TIgA, LanTai LIMa,

AnTre BUs Way, BANgun PAgi Lalu Mandi PAGi, DelAPaN eNAM HAHhhaahAAA, PuLaNg MalAm,
MAkan GraTis Di PaNtry VegetARIAN LaGi, MaSter ChANGyEN TZu CHi DimanA mANA,

iNtErnET gARtis, Main BANd LAGI, GeuLIS gEuliS piSAn aWEWeK nYA, mAkaN KolnENek LaGI yUK : )

SAmpAi JumPa SEmUANya….

Di bangku taman di bawah pohon kiara, lampu lampu kota perlahan mulai menyala, mencoba sebisanya menerangi wajah kota yang mulai terlihat tua. Ada anak katak melompat lompat di jalanan sepi

Senja kala akan tiada,
Senja kala akan tiada

Ketika saya baru berjalan dengan mencoba tenang malam akan datang, sampai jumpa pagi. Bau kamar mandi begitu wangi, mencoba onani, kenapa hanya ilusi

Cupid menunggangi kuda laut violet memainkan anak panahnya entah kemana, ajari saya untuk memanah dia

Bukan ingin bermimpi yang tanpa arti,
Bukan ingin bermimpi yang tanpa arti

Mungkin cukup tanda dari saya untuk semua rasa, kini menanti dirimu membawakan asa, lalu kita memasak bersama