Monthly Archives: August 2008

Aku berdiri di atas rumput yang terbasahi oleh tetes ramai hujan di sore itu. Kepalaku mendongkak ke langit yang ternyata biru dengan diimbuhi gumpalan awan putih yang tampak sehat, tidak mendung sore itu tapi hujan turun di waktu itu dengan merdu. Ibu jari kakiku bermain dengan rumput, mengelitikinya agar sedikit tertawa menghibur saya yang sedang dilupa oleh mereka dan dia yang disana. Sore, hujan dan bermain di rumput basah di hutan kecil kota tua itu. Siapa mengabaikan dan diabaikan siapa? entah. Aku hanya ditemani sore, hujan dan rumput. Kita bisa saling tertawa, karena saya mungkin sedikit (lagilagi) dilupa, karena (apakah) saya sedang tidak disana bersamasama mereka dan kamu. Oh iya untuk kamu, aku rindu kamu. Saya baru layu tapi saya tidak mau. Sore, hujan, dan rumput hijau di waktu itu begitu merdu.

Bahan :
3 buah telur ukuran sedang
a dash cream of tartar
3 sdm makan susu cair (1 sdm untuk 1 buah telur)
Kalo pake susu bubuk, untuk 1 butir telur rumusnya: 1/2 sdm susu bubuk dicairkan dalam 1 sdm air
garam secukupnya
1.5 sdm margarine (1/2 sdm untuk 1 butir telur)

Alat: pan anti lengket

Cara membuat :
1. Kocok telur, cream of tartar, susu (larutan susu), dan garam, dengan pengocok telur dengan gerakan satu arah satu arah. Jangan seperti mengocok telur dadar agar tidak berbuih. Ato gimana aja deh yang penting tercampur rata dan tidak berbuih
2. Panaskan margarine dalam pan anti lengket dengan api sedang
3. Saat margarine leleh, masukkan telur, biarkan sampai bagian bawah menggumpal
4. Dorong2 telur ke sisi pan sampai mengumpul, jangan di acak2
5. Sambil di dorong2 ke sisi lain agar matang, telur dibalik2
6. Tekan2 sebentar, angkat setelah diperkirakan telur kering ato tidak becek

Tips dan Informasi :
Yakinkan cream of tartar anda halal. Pada umumnya cream of tartar yang beredar di USA halal karena terbuat dari anggur yang belum difermentasi. Cream of tartar yang dibuat dari hasil sisa produksi anggur biasa masih beredar di Afrika.

(www.keseharian.com)

Bintang kecil di pojok kiri monitor ada tiga menghiasi dan menyala ketika lampu mati. Selanjutnya di pojok kanan atas ada sangkar burung kenari yang terbuat dari kain yang telah di bordir hingga membentuk sangkar kecil burung kenari, sangkar itu berwarna abuabu dan burung kenarinya berwarna kuning gading. Engkau tau, itu membuat otakku kembali baru.

Cinta di ruang maya, karena kita tak pernah bersua di dunia fana
Cinta di ruang maya, karena kita tak pernah bersua mungkin sengaja
Cinta di ruang maya, karena kita tak pernah bersua mungkin agar kita tak saling mencinta

Cinta di ruang maya, mungkin ketika kita bersua kita tak saling bicara
Cinta di ruang maya, mungkin ketika kita bersua kita tak saling bicara

Cinta di ruang maya, menunggu burung hantu untuk melemparkan batu agar kita tau
Cinta di ruang maya, menunggu burung hantu untuk melemparkan batu agar kita tau
Cinta di ruang maya, menunggumu untuk menyatu menjadi sesuatu

Wanita, di senja itu engkau tiba membawa bahagia untuk Saya

Wanita, di senja itu engkau tiba membawa asa untuk Saya

Wanita, di senja itu engkau tiba membawa canda dan tawa

Read More »

Kau tau, dari dulu aku cintaimu

Kini di malam itu menjelang ganti hari kau telah tau kenapa aku cintaimu hingga bau parfumku masih membau di ruang itu kala itu

Read More »

Hari ini, Besok, dan Selamanya. Untukmu Adikku cinta dan sayang dari kakakmu, keluargamu dan saudarasaudaramu yang akan selalu menghangatkanmu, menyertaimu dalam keabadian di kebun Allah. Kini kau bersama dengan para bidadaribidadari abadi yang tetap muda yang bertaburan laksana mutiara. Kini kau bisa terbang dan melayang, “i belive i can fly i belive i can touch the sky” kau ingat.

Perempuan itu bernama Wanita Yang Setia, dan aku mencintainya. Aku bernama Saya, ya hanya Saya. Tidak ada tambahan nama di depannya ataupun dibelakangnya, entah kenapa. Aku mencoba mencinta wanita dengan cinta yang biasa. Kau pernah melihat sepasang merpati yang saling jatuh cinta? aku pernah melihatnya. Saat itu aku melihatnya di atas pohon cemara di lereng gunung. Mereka saling bermesraan. Paruh burung itu saling beradu, sesekali sang jantan mungkin itu merpati jantan melayang memutari sang betina sambil mengepak ngepakkan sayapnya kemudian kembali bersanding. Kini aku sedang memandang Wanita dari jauh tapi tidak terlau jauh sehingga kedua bola mataku tidak bisa menagkapnya. Masih dari jauh, kini ia sedang tersenyum dan begitu mempesona kemudian ia tertawa dan tetap mempesona.